This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 21 April 2009

PUISI-PUISI

TAK APA MENJELMA NARCISUS

TAK MENGAPA MENJELMA SISIPUS

Sebuah Pengantar


Terkadang kitapun perlu menjelma

Narcissus. Merekontruksi jejak

setapak yang pernah dilintasi

membumbunnya jadi pilar-pilar kepercayaan diri

Tersebab serupa elang

alangkah sulit mengukur lebar kepak sayap sendiri

perjalanan tak melulu dihitung dengan bentang jarak waktu

tapi juga oleh banyaknya prasasti luka-luka kita

: Sajak yang serak dalam EQUALIBRIUM RETAK

Terkadang kitapun perlu menjelma

sisipus. Mengulang dakian

setiap puncak keluasan

semesta. jatuh bangun adalah irama kasidah

memetiki bintang-bintang.

Tersebab serupa kunang-kunang

alangkah sulitnya merangkum cahaya

dalam gelap pekat malam, lalu menghimpun

kerlipnya jadikan suar

: Kita pernah ada !


Asro al Murthawy



K U B U K A B U K U L U K A K U B U K U



Kubuka bukubuku, kubuka

terbaca lukalukaku

terluka tubuhtubuhku terluka

menganga lukalukaku menganga

luka di tubuhtubuh, lukaku

duka di bukubuku, dukaku

kubu di bukubuku, tubuhku

Buku Kubu, bukuku

Luka Kubu, lukaku

Duka Kubu, Dukaku


Sanggar IMAJI Bangko, 1418 H



MANA KUAUKU, MAK ?


“Mano kuauku, Mak?”

Maak ! Beribu kuau mati diburu, beribu lirung mati dikurung

beribu jalak mati ditembak beribu belibis mati habis

“Mano napuhku, Mak?”

Maak ! Beribu napuh mati dipupuh, beribu babi mati

dibasmi, beribu kijang mati dicincang, beribu rusa mati

binasa

“Mano tampoiku, Mak?”

Maak ! Beribu tampoi mati dibantai, beribu cempedak mati

dibajak, beribu embacang ditebang, beribu bidara mati

sengsara

“Mano kuauku, Mak ? Mano napuhku, Mak? Mano

tampoiku, Mak ?

Beribu Kubu serak berteriak, beribu Kubu sendu tergugu


Dusun Tuo Siau, 1418 H